Selasa, 22 November 2016

Anggaran Bukan Satu Satunya Kendala Bisnis

Diketahui, Program Sejuta Rumah sejatinya sudah bergulir selama dua tahun. Akan tetapi program ini masih perlu didukung pengalokasian anggaran yang lebih besar, mengingat saat ini nominal bujetnya masih relatif kecil.

Kendati anggaran pemerintah terbatas, namun hal ini tidak akan mengurangi perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan perumahan untuk masyarakat. Bahkan pemerintah terus berusaha mencari solusi agar kebutuhan rumah dapat terpenuhi.

http://www.contohrumah.com/harga-kabel-listrik/ http://www.contohrumah.com/harga-tukang-bangunan/ http://www.contohrumah.com/harga-keramik-dinding/

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah khususnya untuk MBR, lanjut Maurin, pemerintah memiliki beberapa program bantuan mulai dari Bantuan Pembiayaan Perumahan dengan memberikan suku bunga 5% flat selama masa cicilan (sampai 20 tahun).

Pemerintah juga memberikan bantuan uang muka perumahan (BUM), serta pembangunan rumah khusus bagi nelayan maupun perumahan di perbatasan. Selain itu, ada pula bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) bagi pengembang.

Berbicara hambatan di lapangan, ia mengakui masih terdapat beberapa kendala dalam pembangunan perumahan untuk MBR. Kendala ini terbilang sulit diuraikan dan masih terus dicari jalan keluarnya yakni; masalah lahan dan perizinan.

“Hampir semua daerah mempunyai masalah perumahan yang sama yakni stok lahan dan kemudahan perizinan. Untuk itu peran pemda sangat diharapkan” ungkap Maurin.

Mengulik Pesona Properti Karanganyar

Kabupaten Karanganyar lahir sebagai dusun kecil, tepatnya terjadi pada tanggal 19 April 1745. Pencetus nama Karanganyar adalah Raden Mas Said, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa.

Hingga saat ini, struktur perekonomian Karanganyar masih didominasi industri pengolahan dengan persentase sebesar 43,98%. Setelahnya ada pertanian yang menyumbang porsi sebanyak 22,39%.

http://www.contohrumah.com/harga-batako-press/ http://www.contohrumah.com/harga-wc-duduk/ http://www.contohrumah.com/harga-cat-besi/

Berdasarkan data statistik yang tercantum di laman karanganyarkab.go.id, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini merangkak perlahan dari tahun ke tahun. Contohnya di tahun 2011, persentase pertumbuhan berada di angka 5,5 lalu naik 0,32 poin ke 5,82 di tahun 2012.

Data terakhir tahun 2014 menunjukkan pertumbuhan ekonominya mencatatkan angka 5,94%.

Karanganyar hari ini memang telah tumbuh menjadi kawasan pusat perekonomian yang padat yang menyambung hingga ke Kota Solo.

Harga Sewa Apartemen Grand Zamzam Towers

Masih di wilayah Depok, apartemen yang menawarkan konsep unik adalah Apartemen Grand Zamzam Tower. Apartemen ini mengusung 3 nilai yakni “The New Iconic, Religious, dan Green Living”.

Hal unik dari ketiga nilai tersebut adalah sisi keagamaan yang ditunjukkan dengan diimplementasikan terhadap suasana hunian yang nyaman, aman, dan sesuai dengan norma-norma keagamaan.

http://www.contohrumah.com/harga-cat-tembok/ http://www.contohrumah.com/harga-wallpaper-dinding/ http://www.contohrumah.com/harga-kayu/

KSO Griya Sarana Jaya Property, selaku pengembang ingin mengubah perspektif negatif mengenai apartemen, yang dianggap bebas tanpa pengawasan. Penghuni Apartemen Zamzam Tower tidak bisa sembarangan memasukkan tamu lawan jenis ke apartemen, kecuali tamu tersebut merupakan anggota keluarga dan suami atau istri.

Karena menyasar investor yang ingin menyewakan kembali apartemen ini untuk mahasiswa, pengembang menyediakan student club yang bentuknya seperti lobi. Di sini terdapat spot-spot yang nyaman yang bisa digunakan para mahasiswa untuk belajar.

Kenaikan harga properti di apartemen tersebut bisa mencapai 30% – 38% per tahun dengan harga sewa berkisar Rp2 Juta – Rp3 Juta per bulan.

Pelaku Bisnis Harus Menjaga Keberlanjutan Usahanya

Maurin pun mengakui bahwa REI sebagai pelaku bisnis harus tetap menjaga keberlanjutan usahanya.

“Sebagai pelaku bisnis REI harus untung. Kalau tidak untung, keberlanjutan dari usaha REI akan terpengaruh dan apabila REI tidak melakukan usahanya, maka tidak akan terjadi penciptaan lapangan kerja serta pemasukan negara”, Maurin menjelaskan.

http://www.contohrumah.com/harga-tandon-air/ http://www.contohrumah.com/harga-batu-alam/ http://www.contohrumah.com/harga-water-heater/

Lebih jauh lagi, ia memberikan apresiasi kepada DPD REI Provinsi NTT yang telah membangun sebanyak 1500 unit rumah bagi MBR di Perumahan Sejahtera Land, Waitalu, Kupang, NTT.

Dirjen Pembiayaan Perumahan pun mengajak pengembang, pemerintah daerah (pemda), dan perbankan, untuk tetap bersinergi dalam membantu pemerintah menyukseskan Program Sejuta Rumah.

Maurin pun berharap anggaran untuk perumahan bersubsidi dapat meningkat dari tahun ke tahun.

“Anggaran FLPP tahun 2015 sebesar Rp5 Triliun, tahun 2016 Rp12,4 Triliun dan tahun 2017 Rp15,6 Triliun. Semoga 2018 mendatang dapat naik lagi dan DPR dapat membantu mewujudkannya”, pungkasnya.

Surabaya Timur Jadi Incaran Investor di Kota Pahlawan

Surabaya, tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga merupakan kota kedua terbesar setelah Jakarta. Besar karena perkembangan infrastrukturnya yang juga tak kalah pesat dari Jakarta sehingga juga merangsang pertumbuhan properti yang signifikan.

Sama halnya dengan Jakarta, Surabaya sendiri terbagi menjadi empat teritorial: Surabaya Barat, Surabaya Selatan, Surabaya Timur, dan Surabaya Tengah.

http://www.contohrumah.com/harga-kusen-aluminium/ http://www.contohrumah.com/harga-besi-siku/ http://www.contohrumah.com/harga-keramik-lantai/

Berdasarkan survey Colliers Indonesia, dari keempat teritorial tersebut, Surabaya Timur merupakan teritorial yang menyumbang suplai properti terbanyak yakni 47 persen. Kemudian disusul Surabaya Barat (36 persen), dan 5.000 unit apartemen di teritorial Surabaya Tengah dan Selatan.

Menurut Rendi Maulana, Marketing Pengembang PT. Sipoa Group Surabaya, potensi di Surabaya Timur masih tergolong kondusif dibandingkan Surabaya Barat.

“Ada infrastruktur yang akan dikembangkan di Surabaya Timur, khususnya pembangunan jalan berupa Outter Ring Road yang nanti akan langsung menghubungkan ke Tol Juanda. Hal ini membuat akses menuju bandara akan semakin cepat. Selain itu kondisi jalan di Surabaya Timur juga masih lengang dibandingkan Surabaya Barat yang kerap padat.

Akses Jalan yang Semakin Baik

Akses jalan yang semakin baik tersebut berpeluang untuk menarik investor terhadap potensi properti di Surabaya Timur. Tidak heran bila pengembang-pengembang besar mulai membangun hunian baru di sana.

Uniknya, hunian di teritorial ini lebih bervariasi. Maksudnya, berbeda dengan hunian di Surabaya Barat yang lebih didominasi oleh hunian kalangan menengah-atas. Di Surabaya Timur peruntukan hunian cukup lengkap baik untuk kalangan menengah-bawah, menengah, dan menengah-atas.

http://www.contohrumah.com/harga-kayu-jati/ http://www.contohrumah.com/harga-kanopi-per-meter/ http://www.contohrumah.com/harga-seng-gelombang/

Jenis hunian juga tidak terpaku pada rumah tapak saja, melainkan mulai menonjolkan gaya hidup urban yang lebih mengarah tinggal di hunian vertikal (apartemen).

Survey Colliers Indonesia mencatat, sebanyak 28.640 unit dari 37 persen apartemen akan rampung pada 2019. Pengembang besar yang ‘bermain’ di sana antara lain Intiland Development dan Puncak Group.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Intiland Development akan mengembangkan 2,8 hektar lahan yang akan dibangun lima tower apartemen strata-tittle dan satu tower apartemen servis.

Daftar Listing Rumah Dijual di Pondok Indah Jakarta

Penuturan ini pun senada dengan daftar listing rumah dijual yang ada di Rumah.com. Untuk rumah seken dengan luas bangunan 220m2, tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi, harga jualnya berkisar mulai Rp6 Miliar. Artinya, harga tanah plus bangunan per meter persegi dipatok Rp50 Jutaan.

“Kalau rumah dibekali material bangunan yang tergolong standar, harga per meter perseginya paling tidak sekitar Rp8 Jutaan. Sementara untuk bangunan yang lebih berkualitas dihargai diatas Rp15 Jutaan. Soal desain arsitektur, itu sih urusan nomor dua,” jelasnya.

http://www.contohrumah.com/harga-lantai-kayu/ http://www.contohrumah.com/harga-upah-tukang-bangunan-borongan/ http://www.contohrumah.com/harga-handle-pintu/

Tidak secerah dua tahun silam. Lebih lanjut membahas kondisi penjualan rumah di Pondok Indah, Adel menyatakan situasinya tidak seramai tahun 2013 hingga 2014 lalu.

“Saat itu pasar properti memang tengah naik daun, lalu nge-drop di tahun 2015 dan efeknya masih terasa hingga tahun ini. Pembeli pun bukan lagi kalangan investor melainkan end-user,” katanya.